Senin, 24 Mei 2010

Ujian Akhir Semester ( U.A.S )

F.I.G.H.T ......


I CAN'T DO IT....

yessss....!!!

Jumat, 07 Mei 2010

LAPORAN TUGAS PROYEK

Untuk melihat laporan hasil tugas proyek, silahkan klik disini.


Terima Kasih....

Kamis, 15 April 2010

ANALISIS JURNAL “PENDIDIKAN ANAK USIA DINI”

Jurnal 1: Analisis permasalahan pendidikan anak usia dini dalam masyarakat Indonesia

Berdasarkan jurnal dengan judul di atas,Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia belum begitu mendapat perhatian lebih.
Masalah ini disebabkan oleh:
  1. Belum terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan PAUD.
  2. Adanya ketidakseimbangan antara jumlah pertumbuhan anak usia dini dengan pembangunana sarana pendidikannya.
  3. Kurangnya kuantitas/kualitas guru PAUD
  4. Kualitas guru PAUD tergolong rendah . selain itu, minat orang untuk menjadi guru PAUD masih sangat minim.
  5. Kurangnya mutu PAUD
  6. Hal ini disebabkan karena kurannya sarana dan prasarana PAUD
  7. Kurangnya kesadaran orangtua akan pentingnya PAUD
  8. Pengetahuan orang terhadap PAUD masih rendah. Mereka menganggap PAUD tidak dibutuhkan. Sebagian orangtua cenderung langsung menyekolahkan anaknya ke SD.
  9. Kebijakan pemerintah yang kurang memadai, Pemerintah kurang menyediakan anggaran dana untuk mendirikan sekolah bagi PAUD.
Untuk itu PAUD di Indonesia perlu dibenahi dan dikembangkan mengingat pentingnya PAUD untuk meningkatkan mutu pendidikan anak Indonesia.

http://jurnal.dikti.go.id/jurnal/detil/id/4:121497/q/Analisis%20permasalahan%20pendidikan%20anak%20usia%20dini%20dalam%20masyarakat%20Indonesia%20/offset/0/limit/13

Jurnal 2: Mengembangkan Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences) Anak Usia Dini Melalui Pembelajaran Pendidikan Jasmani

Untuk membentuk kualitas fisik, mental, social, dan kecerdasan anak, perlu dilakukan sejak usia dini.
Manusia memiliki delapan hal yang dapat dikembangkan untuk membentuk kualitas anak, yaitu, music, kinestetik tubuh, logika matematika, bahasa, keruangan, interpersonal, intrapersonal, naturalistic.
Masa anak usia dini merupakan masa emas dimana pada masa itulah anak-anak diberikan stimulus-stimulus yang menentukan kualitas anak di masa depan.
Salah satu proses pendidikan yang berguna untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan anak secara menyeluruh yaitu pendidikan jasmani yang memiliki potensi untuk mengembangkan domain kecerdasan pada anak melalui aktivitas fisik yang kita kenal dengan olahraga, khususnya dalam permainan dan games. Dengan bermain, anak memiliki kesempatan bereksplorasi, mengekspresikan perasaan, berkreasi, dan belajar secara menyenangkan.
Pendidikan jasmani bukan hanya bertujuan untuk mengembangkan kebugaran fisik dan keterampilan motorik, tetapi juga sangat berpengaruh dalam pengembangan kognitif dan afektif pada anak.

Dengan demikian, pemberian stimulus sejak kecil misalnya dengan pendidikan jasmani sangat berperan penting dalam merangsang kecerdasan majemuk anak.

http://jurnal.pdii.lipi.go.id/index.php/Search.html?act=tampil&id=17446

Jurnal 3: An investigation of Preschool Children’s Family Functions: A General Outlook on the Family from the Mother’s Perspective


Keluarga adalah lembaga utama yang bertanggung jawab atas pengasuhan dan pendidikan anak usia dini . Keluarga yang sehat akan mendukung perkembangan perlaku dan pikiran anak dengan adanya komunikasi terbuka satu sama lain.

Adaptasi sosial dan emosional anak-anak prasekolah didapat pertamakali dari lingkungan keluarga. Hal ini akan menentukan keberhasilan masa depan dan kesehatan psikologis anak. Jika anak tidak mendapatkan stimulus yang baik dari lingkungan keluarga, maka anak menjadi kurang komunikatif dan terbuka. Hal ini penting untuk menentukan sifat dari keluarga dan variabel mempengaruhi karakteristik ini sebagai keluarga memiliki paling penting dalam pembentukan dan pengembangan social-emotion anak-anak adaptasi pada tahap ini.
Ada banyak factor dari dalam keluarga yang mempengaruhi perkembangan anak, seperti pengaruh ibu, tingkat social-ekonomi, hubungan dengan anggota keluarga lain dan tingkat pendidikan orangtua.
Keterlibatan Ibu dalam mendidik anak usia dini mempunyai pengaruh yang besar. Ibu yang tidak bekerja, dengan kata lain hanya di rumah, menunjukkan pengaruh positif terhadap perkembangan anak dibandingkan dengan ibu yang bekerja. Mereka mempunyai lebih banyak waktu untuk berkomunikasi dengan anak, sehingga menciptakan suatu lingkungan keluarga yang
sehat bagi perkembangan anak. Tingkat pendidikan Ibu juga berpengaruh terhadap perkembangan anak, ibu yang memiliki intelektual tinggi cenderung mendidik anaknya dengan lebih baik dibandingkan dengan ibu yang memiliki intelektual rendah. Tingkat social-ekonomi dan keharmonisan hubungan dengan anggota keluarga, merupakan factor penentu keberhasilan fungsi suatu keluarga. Keluarga yang berfungsi dengan baik, akan berdampak positif bagi perkembangan anak ke depan.
Untuk itu, kualitas hubungan dalam keluarga yang terbentuk selama anak usia dini mempengaruhi perilaku dan pikiran anak di masa depan.

http://web.ebscohost.com/ehost/pdfviewer/pdfviewer?vid=12&hid=102&sid=15e9a53d-40d1-461e-a108-0cc360bfabc1%40sessionmgr112

Jurnal 4: “Determining the Preparatory Skills of Preschools Based on the Opinions of Teachers and Literature Review”

Kita ketahui bahwa anak-anak usia dini penyandang cacat, memerlukan perhatian khusus dari orang-orang di sekitarnya. Termasuk orang tua dan guru-guru yang mengajarnya. Tentunya, mereka yang berbeda dari anak-anak normal lain, perlu diberikan keterampilan-keterampilan khusus sebagai bekal mereka ke depannya. Intinya, anak-anak penyandang cacat tetap dapat menjadi anak yang bisa dibanggakan lewat keterampilan mereka nantinya.

Adapun, hal yang harus diperhatikan dalam memberi keterampilan anak-anak penyandang cacat ini yaitu :
1. Apa keterampilan dengan prioritas tertinggi mengenai dimasukkannya perkembangan anak-anak cacat?
2. Apa keterampilan prioritas tingkat sekunder tentang inklusi dari anak-anak cacat perkembangan?
3. Apakah ada kesamaan antara keterampilan persiapan bahwa disebutkan guru dan literatur?

http://web.ebscohost.com/ehost/pdfviewer/pdfviewer?vid=1&hid=112&sid=96bad2e3-8513-4e03-b244-cf124e243ccd%40sessionmgr112


Nama- nama kelompok :

Katriin Elisabeth (09-054)
Susi Bancin (09-086)
Lia Susanti (09-088)
Rani Dian Sari (09-096)
Christiana Saragih (09-098)

Rabu, 10 Maret 2010

Arti Bersyukur : Tugas 3




“Claritaaa…..!!!"

"Sampai kapan kamu akan tidur, dasar pemalas, anak gadis kok begitu…!!!”

“Memangnya kau tidak sekolah…mau jadi apa nantinya…!!!” , omel Ibu Clarita.

“Aduh Ibu, please deh…tiap hari mengomel terus, g cape apa.... nie juga aku udah mau bangun”


Huff, seperti biasa, setiap pagi selalu begitu, dibangunkan oleh omelan Ibu melulu. Mau dilawan takut dibilang durhaka, didiami malah bikin kesal. Dengan sedikit bermalas-malasan, kulirik jam beker kesayanganku dan seketika itu juga aku melompat dari kasurku, kusambar handukku dan berlari ke kamar mandi. Dan seperti biasa juga, kalau sudah seperti ini, itu artinya aku pasti telat.


“Ya ampun, Claritaa…telat lagi?”

“Hehehe…ayo dong Pak, dibuka gerbangnya, please…!”, katanya sambil memohon belas kasihan pada Pak

Tono, satpam sekolahnya tersebut.

“Ckckck…ya sudah, lain kali jangan telat lagi ya…bisa dipecat aQ gara-gara kamu !!”, katanya sambil

membuka gerbang untuk Clarita. Hihihi…Pak Tono memang paling tidak tahan melihat aku memelas-melas.


Belum siap juga penderitaan Clarita. Dia harus berjuang lagi menghadapi Pak Krisman guru paling killer di sekolahnya. Dasar, marga Sinaga memang seram-seram. Sesampainya di depan kelas, dia bersiap-siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi nanti.

“Huh…harus siap mental”, kata Clarita dalam hatinya.

Saat di pintu masuk ke kelas, dilihatnya Pak Krisman sedang menulis catatan di papan tulis dengan wajah serius. Nampak kerutan di wajah seramnya, sepertinya suasana hatinya sedang tidak baik. Ragu-ragu kuketuk pintu kelas, lalu Pak Krisman dan semua murid lainnya menoleh padaku.

“Permisi Pak…”, kata Clarita dengan gugup.

“Telat lagi, bagus, itu tandanya kamu anak baik, udah baik pintar lagi. Keluar dari kelas saya sekarang juga.

Kelas saya tidak menerima anak baik-baik sepertimu. Mungkin karena kamu sudah terlalu pintar kamu merasa

tidak perlu lagi masuk ke kelas saya kan? .”, kata Pak Krisman pada Clarita sambil melanjutkan kembali

mencatat di papan tulis.

“Tapi Pak…”, clarita mencoba memberi alas an.

“KELUAR…!!!”, Pak Krisman mempertegas perintahnya. Tidak ada yang bisa membantah perkataan Pak Krisman. Dengan pasrah Clarita keluar dari kelasnya. Ini yang ketiga kalinya Clarita dikeluarkan dari kelas Pak Krisman.


Malam ini Clarita tidak sedikitpun membuka bukunya, walaupun dia tahu besok kuis Pak krisman, guru killernya tersebut, tapi dia tidak peduli. Sambil memandangi langit yang dihiasi dengan bintang-bintang dan bulan yang indah, dia merenungi nasibnya sendiri.

“ Oh Tuhan…kenapa nasibku sial begini.” Pertanyaan yang selalu dilontarkannya dan tak pernah terjawab.

“ CLARITA. Nama udah bagus-bagus, tiba giliran nasib selalu saja buruk”

Tiba-tiba dia teringat si Warsinem, teman SD-nya dulu.

“ Namanya jelek, kuno, tapi nasibnya selalu mujur. Cantik, ramah, pintar, disukai banyak orang, dari keluarga

berada lagi, perfectlah. Sedangkan aku, udah jelek, gendut, bodoh, dari keluarga pas-pasan pula lagi.”

Kadang-kadang Clarita sering berpikir, dulu Ibunya ngidam apa waktu mengandung dia.

“ Arrgggg…!!!”


Esok harinya,

Karena hari ini kuis dari Pak Krisman, Clarita memaksakan diri bangun lebih cepat dari hari-hari sebelumnya, agar tidak telat. Ini kuis dari Pak Krisman kalau samapai dia tidak ikut, bias-bisa nilai di rapotnya pakai tinta merah. Dia ga mau menambah kesialan dalam hidupnya lagi.

“ Cukup deh…”, pikirnya.

Pukul 07.30, dia tiba tepat waktu. Dengan lega dia duduk di bangkunya. Kemudian Pak Krisman masuk dan tanpa basa-basi, dia langsung membagikan soal. Semua siswa mendapat soal, kecuali Clarita. Sebelum Clarita bertanya kenapa, Pak Krisman sudah terlebih dahulu menjawab pertanyaannya tersebut.

“ Clarita, kamu tidak bias ikut kuis saya kali ini. Kamu sudah tiga kali tidak masuk kelas saya, dan saya yakin

kamu tidak akan bisa mengerjakan satu soalpun dengan benar.”, kata Pak Krisman tegas.

Seluruh teman-temannya spontan tertawa. Entah apa yang lucu Clarita tidak tahu. Clarita tidak diberi kesempatan untuk membela diri. Dia terpaksa pasrah lagi. Sebelum meninggalkan kelas, dia mendengar ejekan temannya.

“ Modal nekad…kelaut aja deh…”. Seketika seisi kelaspun menjadi riuh, tertawa sepuas hati mereka.

“ Diam. Kerjakan soalnya.”, kata Pak Krisman sambil menahan amarahnya.


Dengan perasaan sedih Clarita pun berjalan keluar kelas. Tapi ditengah jalan, seorang temanya jahil dan menghadang kaki Clarita, Clarita pun terjatuh. Tanpa dikomando semua teman-temanya tertawa terkekeh-kekeh.

“ Diam. Clarita, cepat kamu keluar dari kelas saya, jangan buat keributan.”, kata Pak Krisman yang kali ini

betul-betul marah. Clarita pun keluar sambil menahan air matanya.

Clarita sudah tak tahan lagi. Dia merasa Tuhan tidak adil padanya. Dia berlari sekencang-kencangnya, tak peduli bahwa sekarang masih jam sekolah. Dia berharap semua ini hanya mimpi belaka. Tapi kemudian dia sadar bahwa dia tidak sedang hidup di negeri dongeng, ini nyata. Setelah lama dia berlari, dia kelelahan dan memilih duduk di kursi sebuah taman untuk menenangkan dirinya. Dia menumpahkan semua air matanya, menumpahkan semua kesedihan yang dia rasakan dan menyesali takdir hidupnya.

Lama berdiam diri dalam kesedihannya, seorang pengamen seumuran dengannya datang padanya dan menyayikan sebuah lagu, berharap akan mendapat uang recehan. Namun Clarita yang kesal, sedih bercampur amarah tidak menanggapinya. Pengamen tersebut bukannya pergi tapi malah duduk disebelah Clarita dan memandangi wajah Clarita. Clarita yang dipandangi begitu pun merasa kesal.

“ Kenapa kau memandangiku seperti itu, apa kau juga ingin menghinaku, ikut berbahagia atas penderitaanku” ,

kata Clarita marah. Tapi si pengamen tetap diam dan hanya memandagi wajah Clarita.

“ Hey…kenapa kau masih tetap memandangi aku ?”, Clarita semakin kesal. Tapi si pengamen tersebut tetap

diam saja dan kemudian tersenyum. Entah kenapa Clarita merasakan kehangatan dalam senyumnya.


Tiba-tiba si pengamen berbicara,

“ Aku tidak tahu masalah apa yang sedang menimpamu sekarang. Tapi apa kau sadar bahwa hidupmu haruslah

kau syukuri. Bersyukurlah karena masih bias seperti dirimu yang sekarang.”

“ Lihatlah diriku”, kata si pengamen dengans serius.

Clarita memandanginya. Dihadapanya duduk seorang dengan baju compang-camping, dekil, hitam dan kurus. Di wajahnya ada bekas luka sayatan yang amat besar. Kaki dan tangannya cacat dan ada beberapa luka yang dikerubungi lalat. Setelah memandangi seluruh tubuhnya, aku memandang wajahnya kembali.


Dia tersenyum dan berkata,

“ Kau sudah lihat diriku. Sekarang lihatlah dirimu.”

Aku memandang diriku sendiri. Baju yang kukenakan masih bagus dan bersih, walaupun bukan merek terkenal. Kulit dan wajahku bersih tanpa bekas luka. Kaki dan tanganku masih normal tidak seperti dia.

Kemudian dia bertanya padaku.

“ Apa kau punya rumah ?“, aku mengangguk.

“ Apa kau punya orang tua ?”, aku kembali mengangguk.

“ Apa kau bisa mengecap dunia pendidikan ?”, sekali lagi aku mangangguk.

Dia terseyum.

“ Janganlah kau melihat ke atas, berapa besar penderitaanmu. Tapi lihatlah ke bawah, betapa beruntungnya dirimu. Kau akan semakin sadar dan tahu bersyukur atas kehidupanmu yang sekarang”

Aku terpancing untuk bertanya padanya.

“ Tapi mengapa, nasibku seperti ini, aku jelek, gendut, bodoh dan dari keluarga pas-pas. Aku sering diejek oleh teman-temanku karena wajahku dan otakku yang bodoh ini. Tuhan betul-betul tidak adil.”

“ Kau jelek, bodoh, dari keluarga pas-pasan, dan selalu diejek oleh teman-temanmu. Bagaimana denganku, apa

aku lebih baik darimu? Aku bahkan lebih jelek, lebih bodoh dan lebih miskin darimu.” kata pengamen tersebut.

“ Kecantikan dan harta itu tidak abadi, kebaikan, ketulusan dan kemurnian hatilah yang abadi. Jika kau miliki itu

semua maka kecantikan yang luar biasa indah akan terpancar dari dalam dirimu. Kau bahkan akan memiliki

kekayaan yang berlipat-lipat ganda.”

Hatiku terasa damai mendengar perkataannya, aku tertegun dan hanya bisa diam.Aku merenung memikirkan setiap kata yang diucapkan oleh pengamen tersebut.

“ Apa kau mengerti sekarang ?”

Setelah mengucapkan semua itu, pengamen tersebut pergi, berlalu meniggalkan diriku yang terpaku dalam diam. Saat itu mataku terbuka. Aku tidak hanya telah menemukan jawaban atas pertanyaanku tapi juga menemukan solusi atas masalahku. Aku harusnya bersyukur atas hidup yang Tuhan berikan. Apapun yang terjadi selalu bersyukur, karena Tuhan tahu yang terbaik untuk kita.

Sejak peristiwa itu, Clarita tak pernah lagi mengeluh dan menyesali nasibnya. Dia bangkit dan tidak mau putus asa. Dia selalu mensyukuri karunia maupun cobaan yang dia dapatkan.


Enam tahun kemuadian,

Usaha dan kerja keras memang selalu berbuah baik. Clarita yang dulu telah hidup menjadi orang sukses. Walaupun demikian dia tidak pernah lupa pada pengamen yang menyelamatkan dirinya dari keterpurukan.

Suatu ketika, saat ia sedang berada dalam mobil, menunggu lampu merah, tiba-tiba dia melihat wajah yang tak akan pernah dilupakannya. Wajah pengamen yang dulu menyelamatkan hidupnya. dia merasa lega, setelah tiga tahun mencarinya, akhirnya ia menemukannya juga. Dia menepikan mobilnya dan berlari kearah pengamen tersebut. Dengan penuh haru dipeluknya pengamen tersebut, sambil berkata setulus hati,

“ Terima kasih….!!!”

Pengamen tersebut balas memeluknya, sambil tersenyum haru.


Note : Hehehe....cerpennya gmn ? Aku sadar juga, cerpenku ini belum bagus, masih pemula, maklum z lah ya teman..!!!


Hehehe...bwt tambahan z. Nie lukisanku waktu di SMA, yahhh ga bgs2 bngt lah. Trus gmbrnya sdkt buram lagi, maklumlah mw msukin nya gmn, g tw akhrnya difoto z. Hehehehe..!!



Created by : Katriin Elysabet Sihombing

Kamis, 04 Maret 2010

HASIL DISKUSI KELOMPOK, TUGAS ONLINE 2

1. Hubungan Psikologi Pendidikan Dengan Media Pembelajaran

Apakah kegunaan media pembelajaran dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia?

Media pembelajaran adalah bahan, alat, atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna. Media pembelajaran memiliki manfaat yang besar dalam memudahkan siswa mempelajari materi pelajaran. Media pembelajaran yang digunakan harus dapat menarik perhatian siswa pada kegiatan belajar mengajar dan lebih merangsang kegiatan belajar siswa.

Penggunaan media dalam pengajaran merupakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Hal ini dapat dipahami mengingat proses belajar yang dialami siswa tertumpu pada berbagai kegiatan menambah ilmu dan wawasan untuk bekal hidup di masa sekarang dan masa akan datang. Salah satu upaya yang harus ditempuh adalah bagaimana menciptakan situasi belajar yang memungkinkan terjadinya proses pengalaman belajar pada diri siswa dengan menggerakkan segala sumber belajar dan cara belajar yang efektif dan efisien. Dalam hal ini, media pengajaran merupakan salah satu pendukung yang efektif dalam membantu terjadinya proses belajar.

Kegunaan-kegunaan media pembelajaran dalam meningkatkan mutu pendidikan
a. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera. Media dapat dirancang sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat terjadi kapan saja dan dimana saja tanpa tergantung kepada keberadaan seorang guru sehingga lebih efisien.
b. Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi sikap pasif anak didik dalam proses belajar dapat diatasi. Dalam hal ini, media pendidikan berguna untuk: menimbulkan kegairahan belajar, memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan, memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya.
c. Memperlancar proses interaksi antara guru dan siswa untuk membantu siswa belajar secara optimal, penyampaian materinya juga dapat diseragamkan :
  • Proses instruksional menjadi lebih menarik
  • Proses belajar siswa menjadi lebih interaktif
  • Jumlah waktu belajar-mengajar dapat dikurangi
  • Kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan
  • Proses belajar dapat terjadi dimana saja dan kapan saja
  • Sikap positif siswa terhadap meteri belajar maupun tehadap proses belajar itu sendiri dapat ditingkatkan
  • Peran guru dapat berubah ke arah yang lebih positif dan produktif.
  • Proses pembelajaran menjadi lebih menarik karena media dapat menyampaikan informasi yang dapat didengar (audio) dan dapat dilihat (visual) sehingga dapat mendeskripsikan suatu masalah, suatu konsep, suatu proses atau suatu prosedur yang bersifat abstrak dan tidak lengkap menjadi lengkap dan jelas. Materi pelajaran juga dapat diserap lebih mendalam.
d. Menampilkan objek yang terlalu besar, seperti candi Borobudur, menampilkan objek yang tidak dapat diamati dengan mata telanjang, seperti micro-organisme serta mengamati gerakan yang terlalu cepat, misalnya dengan slow motion.
e. Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara siswa dengan sumber belajar,
f. Membangkitkan motivasi belajar siswa. Siswa akan lebih bersemangat dalam mengikuti proses belajar mengajar, mereka akan terpacu untuk menjadi yang terbaik.
g. Proses pembelajaran menjadi lebih menarik karena media dapat menyampaikan informasi yang dapat didengar (audio) dan dapat dilihat (visual) sehingga dapat mendeskripsikan suatu masalah, suatu konsep, suatu proses atau suatu prosedur yang bersifat abstrak dan tidak lengkap menjadi lengkap dan jelas. Materi pelajaran juga dapat diserap lebih mendalam

DAFTAR PUSTAKA
http://guruit07.blogspot.com/2009/01/pengertian-media-pembelajaran.html
http://kepelatihan.wordpress.com/2009/10/28/pengaruh-modifikasi-media-dalam-proses-pembelajaran-pendidikan-jasmani-di-tingkat-sltp/
http://techonly13.wordpress.com/2009/10/18/kegunaan-media-pendidikan-dalam-proses-belajar-mengajar/
http://ncislam4ever.blogspot.com/2009/01/peran-media-dalam-meningkatkan-kualitas.html
http://mfadil.blog.unej.ac.id/pemanfaatan-media-pembelajaran/
Santrock, John W. 2008.psikologi Pendidikan. Edisi Kedua.Jakarta:Kencana
Munir, M.IT.2008.Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi


2.Hubungan Psikologi Pendidikan dengan Teknologi Pembelajaran

Bagaimana peran teknologi pembelajaran dalam mewujudkan kemajuan dalam bidang pendidikan?

Di zaman sekarang ini, teknologi sangat berperan dalam hidup kita. Terutama dalam bidang pendidikan, setiap hal tidak lepas dari yang namanya teknologi.

Teknologi pembelajaran baru juga merupakan alat pendidikan yang sangat baik asalkan dapat diandalkan, digunakan secara kreatif, dan digunakan dengan tepat. Bagi banyak pendidik yang bekerja di sektor pendidikan tinggi kadang-kadang serangan ke teknologi baru didorong oleh tekanan teman sebaya dan karier keuntungan.

Peranan teknologi dalam pendidikan, antara lain :
1. Teknologi sebagai keterampilan (skill) dan kompetensi
  • Setiap pemangku kepentingan harus memiliki kompetensi dan keahlian menggunakan teknologi untuk pendidikan
  • Teknologi merupakan bahan mentah dari pengetahuan yang harus diolah dalam proses pembelajaran
2. Teknologi sebagai infrastruktur pembelajaran
  • Bahan ajar banyak disimpan dalam format digital dengan model yang beragam seperti multimedia
  • Proses pembelajaran seharusnya dapat dilakukan dimana dan kapan saja
  • “the network is the school” akan menjadi fenomena baru di dalam dunia pendidikan.
3. Psikologi sebagai sumber bahan belajar
  • Ilmu pengetahuan berkembang sedemikian pesatnya
  • Tanpa teknologi, proses pembelajaran yang “up-to-date” membutuhkan waktu yang lama
4. Teknologi sebagai alat bantu dan fasilitas pembelajaran
  • Memberikan ilustrasi berbagai fenomena ilmu pengetahuan untuk mempercepat penyerapan bahan ajar
  • Rasio antara pengajar dan peserta didik proses pemberian fasilitas
5. Teknologi sebagai pendukung manajemen pembelajaran
  • Transaksi dan interaksi interaktif antar-stakeholder memerlukan pengelolaan back-office yang kuat. stakeholder
  • Munculnya keberadaan system pendidikan inter-organisasi
6. Teknologi sebagai system pendukung keputusan
  • Setiap individu memiliki karakteristik dan bakat masing-masing dalam pembelajaran
  • Institusi seharusnya tumbuh dari waktu ke waktu dalam hal jangkauan dan kualitas

Beberapa aspek dari visi "masa depan pendidikan:"
  1. Pendidikan akan menjadi sangat interaktif, melibatkan siswa setiap 20 detik atau lebih untuk tanggapan, jauh berbeda dengan masa kini pasif metode ceramah.
  2. Pendidikan akan menjadi sangat individual, dengan catatan dapat diakses dunia-upaya belajar siswa tertentu, untuk memungkinkan presentasi pendidikan komputer yang dirancang untuk setiap siswa pengalaman belajar masa lalu dan gaya.
  3. Pendidikan akan menjadi sangat fleksibel dalam interaksi, memungkinkan les bahasa alami menggunakan metode Sokrates tutorial pertanyaan dan respon siswa.
  4. Pendidikan akan menjadi sangat mudah diakses, membuka kesempatan bagi yang kurang beruntung di negara ini dan juga bagi jutaan di negara berkembang.
  5. Pendidikan akan menjadi sangat melalui komputer, menggantikan (bukan melengkapi, yang akan menjadi biaya tambahan) metode ceramah dalam kursus-kursus untuk 15 atau lebih siswa.
  6. Pendidikan jarak jauh akan mulai menggantikan kampus berbasis pendidikan karena biaya tinggi interaktif melalui komputer tentu saja dapat dibenarkan hanya melalui penggunaan layanan oleh jumlah siswa besar daripada hanya dapat menyediakan pendidikan jarak jauh.

DAFTAR PUSTAKA
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://faculty.chass.ncsu.edu/garson/SSCORE//garson2.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Back_office
http://en.wikipedia.org/wiki/Technology
http://www.teknologi-pembelajaran.co.cc/
http://iisk4.wordpress.com/2008/06/12/peranan-teknologi-dalam-dunia-pendidikan-kita-kini-dan-dulu/
Santrock, John W. 2008.psikologi Pendidikan. Edisi Kedua.Jakarta:Kencana
Munir, M.IT.2008.Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi


3. Ragam Metode Pembelajaran

Ada berbagai jenis metode pembelajaran yang diterapkan dalam dunia pendidikan. Dan yang sering digunakan adalah metode ceramah. Sebenarnya apakah metode ceramah itu?

Sebelum kita membahas lebih dalam tentang apa itu metode ceramah, ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu macam-macam metode pembelajaran, yaitu :
1. Metode ceramah
Metode ceramah adalah metode penyampaian bahan pelajaran secara lisan. Metode ini banyak dipilih guru karena mudah dilaksanakan dan tidak membutuhkan alat bantu khusus serta tidak perlu merancang kegiatan siswa. Dalam pengajaran yang menggunakan metode ceramah terdapat unsur paksaan. Dalam hal ini siswa hanya diharuskan melihat dan mendengar serta mencatat tanpa komentar informasi penting dari guru yang selalu dianggap benar itu. Padahal dalam diri siswa terdapat mekanisme psikologis yang memungkinkannya untuk menolak disamping menerima informasi dari guru. Inilah yang disebut kemampuan untuk mengatur dan mengarahkan diri.
2. Metode tanya jawab
Metode tanya jawab dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa. Dengan mengajukan pertanyaan yang terarah, siswa akan tertarik dalam mengembangkan daya pikir. Kemampuan berpikir siswa dan keruntutan dalam mengemukakan pokok – pokok pikirannya dapat terdeteksi ketika menjawab pertanyaan. Metode ini dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk mengadakan penelusuran lebih lanjut pada berbagai sumber belajar. Metode ini akan lebih efektif dalam mencapai tujuan apabila sebelum proses pembelajaran siswa ditugasi membaca materi yang akan dibahas.
3. Metode diskusi
Metode diskusi adalah cara pembelajaran dengan memunculkan masalah. Dalam diskusi terjadi tukar menukar gagasan atau pendapat untuk memperoleh kesamaan pendapat. Dengan metode diskusi keberanian dan kreativitas siswa dalam mengemukakan gagasan menjadi terangsang, siswa terbiasa bertukar pikiran dengan teman, menghargai dan menerima pendapat orang lain, dan yang lebih penting melalui diskusi mereka akan belajar bertanggung jawab terhadap hasil pemikiran bersama.
4. Metode belajar kooperatif
Dalam metode ini terjadi interaksi antar anggota kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang. Semua anggota harus turut terlibat karena keberhasilan kelompok ditunjang oleh aktivitas anggotanya, sehingga anggota kelompok saling membantu. Model belajar kooperatif yang sering diperbincangkan yaitu belajar kooperatif model jigsaw yakni tiap anggota kelompok mempelajari materi yang berbeda untuk disampaikan atau diajarkan pada teman sekelompoknya.
5. Metode demonstrasi
Metode demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan memeragakan suatu proses kejadian. Metode demonstrasi biasanya diaplikasikan dengan menggunakan alat – alat bantu pengajaran seperti benda – benda miniatur, gambar, perangkat alat – alat laboratorium dan lain – lain. Akan tetapi, alat demonstrasi yang paling pokok adalah papan tulis dan white board, mengingat fungsinya yang multi proses. Dengan menggunakan papan tulis guru dan siswa dapat menggambarkan objek, membuat skema, membuat hitungan matematika, dan lain – lain peragaan konsep serta fakta yang memungkinkan.
6. Metode ekspositori atau pameran
Metode ekspositori adalah suatu penyajian visual dengan menggunakan benda dua dimensi atau tiga dimensi, dengan maksud mengemukakan gagasan atau sebagai alat untuk membantu menyampaikan informasi yang diperlukan.
7. Metode karyawisata/widyamisata
Metode karyawisata/widyawisata adalah cara penyajian dengan membawa siswa mempelajari materi pelajaran di luar kelas. Karyawisata memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar, dapat meransang kreativitas siswa, informasi dapat lebih luas dan aktual, siswa dapat mencari dan mengolah sendiri informasi. Tetapi karyawisata memerlukan waktu yang panjang dan biaya, memerlukan perencanaan dan persiapan yang tidak sebentar.
8. Metode penugasan
Metode ini berarti guru memberi tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Metode ini dapat mengembangkan kemandirian siswa, meransang untuk belajar lebih banyak, membina disiplin dan tanggung jawab siswa, dan membina kebiasaan mencari dan mengolah sendiri informasi. Tetapi dlam metode ini sulit mengawasi mengenai kemungkinan siswa tidak bekerja secara mandiri.
9. Metode eksperimen
Metode eksperimen adalah cara penyajian pelajaran dengan menggunakan percobaan. Dengan melakukan eksperimen, siswa menjadi akan lebih yakin atas suatu hal daripada hanya menerima dari guru dan buku, dapat memperkaya pengalaman, mengembangkan sikap ilmiah, dan hasil belajar akan bertahan lebih lama dalam ingatan siswa. Metode ini paling tepat apabila digunakan untuk merealisasikan pembelajaran dengan pendekatan inkuiri atau pendekatan penemuan.
10. Metode bermain peran
Pembelajaran dengan metode bermain peran adalah pembelajaran dengan cara seolah – olah berada dalam suatu situasi untuk memperoleh suatu pemahaman tentang suatu konsep. Dalam metode ini siswa berkesempatanm terlibat secara aktif sehingga akan lebih memahami konsep dan lebih lama mengingat, tetapi memerlukan waktu lama.

Apa itu Metode Ceramah......???

Metode ceramah adalah metode yang boleh dikatakan metode tradisonal. Karena sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dan anak didik dalam interaksi edukatif.

Metode ceramah adalah metode penyampaian bahan pelajaran secara lisan. Metode ini banyak dipilih guru karena mudah dilaksanakan dan tidak membutuhkan alat bantu khusus serta tidak perlu merancang kegiatan siswa. Dalam pengajaran yang menggunakan metode ceramah terdapat unsur paksaan.

Dalam pelaksanaan ceramah untuk menjelaskan uraiannya, pengajar dapat menggunakan alat bantu seperti gambar-gambar. Tetapi metode utama, berhubungan antara pengajar dengan pembelajar ialah berbicara. Peranan dalam metode ceramah adalah mendengarkan dengan teliti dan mencatat pokok-pokok penting yang dikemukakan oleh pengajar.

Guru biasanya belum merasa puas manakala dalam proses pengelolaan pembelajaran tidak melakukan ceramah. Demikian juga dengan siswa, mereka akan belajar manakala ada guru yang memberikan materi pelajaran melalui ceramah, sehingga ada guru yang berceramah berarti ada proses belajar dan tidak ada guru berarti tidak ada belajar. Metode ceramah merupakan cara yang digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran ekspositori.

Langkah-langkah menggunakan metode ceramah :
Ada tiga langkah pokok yang harus diperhatikan, yakni persiapan, pelaksanaan dan kesimpulan. Langkah-langkah tersebut diantaranya adalah:
a. Tahap Persiapan
Pada tahap ini yang harus dilakukan adalah:
  1. Merumuskan tujuan yang ingin dicapai.
  2. Menentukan pokok-pokok materi yang akan diceramahkan.
  3. Mempersiapkan alat bantu.
b. Tahap Pelaksanaan
Pada tahap ini ada tiga langkah yang harus dilakukan:
  1. Langkah Pembukaan. Langkah pembukaan dalam metode ceramah merupakan langkah yang menentukan. Keberhasilan pelaksanaan ceramah sangat ditentukanoleh langkah ini.
  2. Langkah Penyajian. Tahap penyajian adalah tahap penyampaian materi pembelajaran dengan cara bertutur. Agar ceramah berkualitas sebagai metode pembelajaran, maka guru harus menjaga perhatian siswa agar tetap terarahpada materi pembelajaran yang sedan g disampaikan.
  3. Langkah Mengakhiri atau Menutup Ceramah. Ceramah harus ditutup dengan ringkasan pokok-pokok matar agar materi pelajaran yang sudah dipahami dan dikuasai siswa tidak terbang kembali. Ciptakanlah kegiatan-kegiatan yang memungkinkan siswatetap mengingat materi pembelajaran. Perlu diperhatikan, bahwa ceramahakan berhasil baik, bila didukung oleh metode-metode lainnya, misalnya tanya jawab,tugas, latihan dan lain-lain.
Metode ceramah itu wajar dilakukan bila: (a) ingin mengajarkan topikbaru, (b) tidak ada sumber bahan pelajaran pada siswa, (c) menghadapi sejumlahsiswa yang cukup banyak.

Langkah- langkah yang dapat ditempuh untuk mempertinggi hasil metode ceramah :
  1. Rumuskan tujuan khusus yang hendak dipelajari oleh pembelajar.
  2. Setelah mencapai tujuan khusus yang hendak dipelajari oleh pembelajar.
  3. Susunan bahan ceramah yang benar-benar perlu diceramahkan.
  4. Pengertian yang dapat dijelaskan dengan alat atau dengan uraian tertentu harus ditetapkan sebelumnya.
  5. Tangkaplah perhatian siswa dan arahkan pada pokok yang akan diceramahkan.
  6. Kemudian usahakan menanam pengertian yang jelas.
  7. Adakan rencana penilaian. Teknik evaluasi yang wajar digunakan untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan-tujuan khusus itu perlu ditetapkan.
Kelebihan metode ceramah :
  1. Guru mudah menguasai kelas
  2. Mudah dilaksanakan
  3. Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar
  4. Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar
  5. Kekurangan metode ceramah :
  6. Kegiatan pengajar menjadi verbalisme ( pengertian kata-kata )
  7. Anak didik yang lebih tanggap dari sisi visual akan menjadi rugi dan anak didik yang lebih tanggap auditifnya dapat lebih besar menerimanya.
  8. Bila terlalu lama membosankan
  9. Sukar mengontrol sejauh mana pemerolehan belajar anak didik
  10. Menyebabkan anak didik pasif

DAFTAR PUSTAKA
http://nurma.staff.uns.ac.id/2008/09/19/beberapa-jawaban-dari-pertanyaan-di-kelas/
http://sunartombs.wordpress.com/2009/03/09/pengertian-metode-ekspositori/
http://www.pgsd.co.cc/2010/01/metode-pembelajaran-ceramah.html
http://massofa.wordpress.com/2008/07/13/metode-ceramah-dalam-pembelajaran/
http://dossuwanda.wordpress.com/2008/03/18/ragam-metode-pembelajaran/
Santrock, John W. 2008.psikologi Pendidikan. Edisi Kedua.Jakarta:Kencana
Munir, M.IT.2008.Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi


Testimoni Kelompok

Katriin (09-054) : Kuliah on-line kali ini asyik, walaupun saya cukup kewalahan dalam mengerjakan tugas yang diberikan. Selain waktu kuliah yang padat, media pembelajaran on-line (laptop) juga menjadi penghambat saya dalam mengikuti kuliah on-line kali ini. Walaupun demikian, saya menikmatinya. Semoga perkuliahan seperti ini semakin ditingkatkan. Ini memang yang pertama bagi saya, tapi saya harap ini bukan yang terakhir kalinya.

Susi C B (09-086) : Ini pertama kalinya saya dan mungkin juga teman-teman yang lain mengikuti pembelajaran dengan metode e-learning. Menurut saya cukup menarik karena kita dapat melakukan pembelajaran tanpa harus tatap muka dan sebagainya. Namun mungkin karena baru pertama kali, kami masih agak kewalahan tetapi secara keseluruhan meyakinkan.

Lia Susanti (09-088) : Menakjubkan plus menakutkan. Yang mana pembelajaran seperti ini baru saya alami dalam seumur hidupku. Kami sedikit kewalahan karena padatnya kuliah hari ini. Kalau dari segi alat bantunya, saya tidak merasa kesusahan, karena wifi psikologi hari ini sangat bagus, jadi senang rasanya. Mungkin yang agak sulit dalam hal berbagi arus dengan teman- teman lain yang menggunakan laptop juga. Saya berharap kuliah on-line hari ini dapat menambah wawasan saya ke depan.

Rani Dian S (09-096) : Belajar e-learning cukup mengasyikkan dan bagus diterapkan dalam sistem belajar. Saya cukup antusias untuk mengikuti pembelajaran on-line ini. Apalagi baru pertama kalinya.

Christiana Saragih (09-098) : Bagus! Kuliah on-line hari ini benar-benar menyenangkan, sekaligus memusingkan karena ini pertama kalinya. Banyak kendala, mulai dari laptop yang
tidak ada pencarian data yang kurang maksimum karena keterbatasan waktu, dll.Tapi intinya, saya suka.


Nama- nama kelompok :

Katriin Elisabeth (09-054)
Susi Bancin (09-086)
Lia Susanti (09-088)
Rani Dian Sari (09-096)
Christiana Saragih (09-098)

Rabu, 24 Februari 2010

"Membuka Diri Untuk Revolusi Teknologi; Tugas 2 "


Perkembangan teknologi tak akan pernah berhenti sampai disini. Semakin hari, teknologi akan terus berkembang menjadi lebih baik dan lebih maju dari sekarang. Semua hal nantinya akan dilaksanakan dengan teknologi komputer, demikianlah yang akan kita alami jika telah memasuki era revolusi komputerisasi yang ketiga yaitu Ubiquitous Computing. Yang akan juga mempengaruhi sistem pendidikan dimana tidak ada batas ruang dan waktu, yaitu E-learning. Untuk megetahui bagaimana ubiquitous computing akan mewujudkan sistem pendidikan yang berbasis dunia cyber, terlebih dahulu kita harus mengetahui apa itu ubiquitous computing dan apa itu e-learnig.

Apa itu Ubiquitous Computing

Ubiquitous computing yang disingkat sebagai ubicomp pertama kali dimunculkan oleh Mark Weiser, seorang peneliti senior pada Xerox Palo Alto Research Center (PARC) pada tahun 1988 pada sebuah forum diskusi di lingkungan internal pusat riset tersebut. Weiser mendefiniskan istilah ubicomp sebagai:
Ubiquitous computing is the method of enhancing computer use by making many computers available throughout the physical environment, but making them effectively invisible to the user”

Ubicomp diartikan sebagai metode yang bertujuan menyediakan serangkaian komputer bagi lingkungan fisik pemakainya dengan tingkat efektifitas yang tinggi namun dengan tingkat visibilitas serendah mungkin. Weiser menjelaskan bahwa terminologi komputer dalam dunia ubicomp tidak terbatas pada sebuah PC, sebuah notebook, ataupun sebuah PDA tetapi berwujud sebagai macam-macam alat yang memiliki sifat demikian natural, sehingga seseorang yang tengah menggunakan ubicomp devices tidak akan merasakan bahwa mereka tengah mengakses sebuah komputer.

Saat ini kita berada pada era kedua dari revolusi komputerisasi.yaitu, era komputer ptibadi (PC). Tetapi pada dasarnya saat ini kita telah berada pada era ubiquitous computing (ubicomp) yang merupakan generasi ketiga dari perkembangan teknologi komputerisasi. Era di mana komputer dapat ditemukan di mana saja, di telepon seluler, toaster, mesin cuci, mesin game, bahkan pada kartu pintar (smart card). Bila pada era pertama dari revolusi komputer ditandai dengan komputer mainframe yang berukuran raksasa dan digunakan bersama-sama oleh banyak orang (one computer many people), era kedua ditandai dengan eksistensi dan perkembangan dari personal computer (one computer one person), maka pada era ketiga ini seseorang dalam kehidupannya sehari-hari dapat berinteraksi dengan banyak komputer (one person many computer), yang menekankan pada distribusi komputer ke lingkungan daripada ke personal.

Ubiquitous computing (ubicomp) adalah pasca-desktop, dimana perangkat komputer yang lebih kecil, portable, cerdas, mobile dan murah akan menggantikan penggunaan dekstop. Perangkat dibuat senyaman mungkin sehingga kita menggunakannya tanpa memikirkan dan tanpa menyadari kalau kita sedanga menggunk. Tujuan utamanya adalah "activate the world", mengaktifkan segala yang ada di sekitar kita. Hal itu membutuhkan inovasi-inovasi baru di bidang operating system, user interface, networks, wireless(Wi-Fi) , displays dan masih banyak lagi. Kalau seandainya ditambahkan satu teknologi yaitu networking kepada semua peralatan yang ada di dunia ini, maka kita dapat mengkomunikasikan antar alat tersebut dan mengotomatisasi semuanya. Sehingga jadilah ubiquitous computing.

Ubiquitous computing (ubicomp) melibatkan keahlian dari teknologi berikut:
1. Embedded Computing
2. Mobile Computing
3. Wireless Technologies
4. Human Computer Interface
5. Sensor Networks
6. Web Technologiess
7. Secure Computing
8. Grid Computing

Apa itu E-Learning

E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer atau internet. Dengan E-learning proses belajar mengajar tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu . E-Learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas. E-Learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-Learning tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-Learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada.

Ada beberapa pengertian berkaitan dengan e-Learning sebagai berikut :

• Pembelajaran jarak jauh.
E-Learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Pembelajar bisa berada di mana saja, sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di tempat lain, di kota lain bahkan di negara lain. Interaksi bisa dijalankan secara on-line dan real-time ataupun secara off-line atau archieved.

• Pembelajaran dengan perangkat computer
E-Learning disampaikan dengan memanfaatkan perangkat komputer. Pada umumnya perangkat dilengkapi perangkat multimedia, dengan cd drive dan koneksi Internet ataupun Intranet lokal. Dengan memiliki komputer yang terkoneksi dengan intranet ataupun Internet, pembelajar dapat berpartisipasi dalam e-Learning. Jumlah pembelajar yang bisa ikut berpartisipasi tidak dibatasi dengan kapasitas kelas. Materi pelajaran dapat diperoleh dengan kualitas yang lebih standar dibandingkan kelas konvensional yang tergantung pada kondisi dari pengajar.

• Pembelajaran formal vs. informal
E-Learning bisa mencakup pembelajaran secara formal maupun informal. E-Learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-Learning dan pembelajar sendiri. Pembelajaran yang ditunjang oleh para ahli di bidang masing-masing. E-Learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).

OPINI : Bagaimana seharusnya kita menangggapi hal ini ?

Perkembangan teknologi tak akan pernah berhenti sampai disini. Semakin hari, teknologi akan terus berkembang menjadi lebih baik dan lebih maju dari sekarang. Kita harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut bukan perkembangan tersebut yang harus menyesuaikan diri terhadap kita.

Sejauh ini Indonesia masih jauh tertinggal dalam hal teknologi. Itu artinya kita belum bisa menyesuaikan diri dengan teknologi tersebut. Ketika pendidikan di luar negeri telah menggunakan konsep belajar e-learning dengan pesat, Indonesia masih berada dalam konsep belajar yang konvensional. Belajar di dalam kelas dengan bertatapan muka dengan siswanya. Konsep belajar seperti ini lah yang masih banyak diterapkan di dalam dunia pendidikan kita. Walaupun sudah ada sebagian sekolah yang telah menerapkan e-learning, tetapi penerapannya masih belum maksimal. Hal inilah yang seharusnya kita coba terapkan dalam sistem pendidikan di Indonesia agar proses belajar lebih efektif dan lebih efisien dari pembelajaran konvensional.

Saat ini kita sedang dihadapkan pada kemajuan teknologi yang disebut dengan era ketiga dari revolusi komputerisasi. Dimana semua hal akan dilakukan dan akan berkaitan dengan perangkat komputer yang akan diciptakan menjadi lebih kecil, mudah dan murah. Dengan diterapkannya ubiquitous computing, maka akan semakin terlaksanalah konsep e-learning dengan baik. Ubiquitous computing menjanjikan berbagai kemudahan dalam melakukan berbagai hal termasuk dalam pengembangan proses pembelajaran di Indonesia.
Dengan di laksanakannya ubiquitous computing maka akan terwujudlah konsep e-learning, di mana proses belajar mengajar tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Dalam kata lain komputerlah yang akan menjadi sarana dan prasarana kita dalam proses belajar mengajar.

Pembelajaran menjadi dapat dilakukan hanya dengan internet yaitu dengan mempostingkan modul-modul soal, tugas-tugas dan test-test yang harus dikerjakan, serta melihat jadwal diskusi secara maya dengan instruktur, nara sumber lain, dan pembelajar lain. Siswa juga bisa melihat nilai tugas dan test serta peringkatnya berdasarkan nilai (tugas ataupun test) yang diperoleh. Jadi semua yang berhubunga dengan proses belajar bisa dilakukan hanya dengan bermodalkan computer. Pembelajaran pun semakin efektif, kita tidak akan dibatasi hanya dengan ilmu dari pengajar kita tetapi kita bisa memperluas pengetahuan kita dengan membuka internet.

Kenapa kita harus menerapkan e-learning…?
E-Learning dapat memberikan manfaat bagi organisasi dan individu yang terlibat.
1. memberikan pengalaman yang menarik dan bermakna.,
2. dapat memperbaiki tingkat pemahaman dan daya ingat seseorang
3. adanya kerjasama dengan komunitas on-line, sehingga memudahkan proses transfer
informasi.
4. administrasi dan perguruan terpusat.
5. menghemat atau mengurangi biaya pendidikan
6. pembelajaran dengan dukungan teknologi internet membuat pusat perhatian dalam
pembelajaran tertuju pada peserta didik.

Jadi...
Ubiquitous computing akan memfasilitasi kita kapan saja dan di mana saja yang akan mengintegrasikan pembelajaran e-learning sehingga mengarah ke u-learning lingkungan. Dunia akan semakin mudah untuk dijangkau oleh siapa saja, tanpa ada batas ruang dan waktu. Apakah kita mampu menghadapi kemajuan ini ? Kita memilih untuk tenggelam dalam ketertinggalan atau maju dan menyesuaikan diri ? Semua ini tergantung diri kita, selama kita belum mampu menerima kemajuan teknologi ini dalam kehidupan kita, maka kita akan tetap tertinggal. Karena itu kita seharusnya membuka pikiran dan hati kita untuk dapat menerima kemajuan ini sehingga akan terciptalah manusia-manusia yang berpotensi dan cerdas.

Semangat..!!

Referensi :

Santrock, John W. 2008, Psikologi Pendidikan, Edisi Kedua. Jakarta: Kencana.

Munir, M.IT. 2008, Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung: Alfabeta.

Oleh : Katriin Elysabet Sihombing ( 09-054 )
Kamis, 25 Februari 2010