Rabu, 10 Maret 2010

Arti Bersyukur : Tugas 3




“Claritaaa…..!!!"

"Sampai kapan kamu akan tidur, dasar pemalas, anak gadis kok begitu…!!!”

“Memangnya kau tidak sekolah…mau jadi apa nantinya…!!!” , omel Ibu Clarita.

“Aduh Ibu, please deh…tiap hari mengomel terus, g cape apa.... nie juga aku udah mau bangun”


Huff, seperti biasa, setiap pagi selalu begitu, dibangunkan oleh omelan Ibu melulu. Mau dilawan takut dibilang durhaka, didiami malah bikin kesal. Dengan sedikit bermalas-malasan, kulirik jam beker kesayanganku dan seketika itu juga aku melompat dari kasurku, kusambar handukku dan berlari ke kamar mandi. Dan seperti biasa juga, kalau sudah seperti ini, itu artinya aku pasti telat.


“Ya ampun, Claritaa…telat lagi?”

“Hehehe…ayo dong Pak, dibuka gerbangnya, please…!”, katanya sambil memohon belas kasihan pada Pak

Tono, satpam sekolahnya tersebut.

“Ckckck…ya sudah, lain kali jangan telat lagi ya…bisa dipecat aQ gara-gara kamu !!”, katanya sambil

membuka gerbang untuk Clarita. Hihihi…Pak Tono memang paling tidak tahan melihat aku memelas-melas.


Belum siap juga penderitaan Clarita. Dia harus berjuang lagi menghadapi Pak Krisman guru paling killer di sekolahnya. Dasar, marga Sinaga memang seram-seram. Sesampainya di depan kelas, dia bersiap-siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi nanti.

“Huh…harus siap mental”, kata Clarita dalam hatinya.

Saat di pintu masuk ke kelas, dilihatnya Pak Krisman sedang menulis catatan di papan tulis dengan wajah serius. Nampak kerutan di wajah seramnya, sepertinya suasana hatinya sedang tidak baik. Ragu-ragu kuketuk pintu kelas, lalu Pak Krisman dan semua murid lainnya menoleh padaku.

“Permisi Pak…”, kata Clarita dengan gugup.

“Telat lagi, bagus, itu tandanya kamu anak baik, udah baik pintar lagi. Keluar dari kelas saya sekarang juga.

Kelas saya tidak menerima anak baik-baik sepertimu. Mungkin karena kamu sudah terlalu pintar kamu merasa

tidak perlu lagi masuk ke kelas saya kan? .”, kata Pak Krisman pada Clarita sambil melanjutkan kembali

mencatat di papan tulis.

“Tapi Pak…”, clarita mencoba memberi alas an.

“KELUAR…!!!”, Pak Krisman mempertegas perintahnya. Tidak ada yang bisa membantah perkataan Pak Krisman. Dengan pasrah Clarita keluar dari kelasnya. Ini yang ketiga kalinya Clarita dikeluarkan dari kelas Pak Krisman.


Malam ini Clarita tidak sedikitpun membuka bukunya, walaupun dia tahu besok kuis Pak krisman, guru killernya tersebut, tapi dia tidak peduli. Sambil memandangi langit yang dihiasi dengan bintang-bintang dan bulan yang indah, dia merenungi nasibnya sendiri.

“ Oh Tuhan…kenapa nasibku sial begini.” Pertanyaan yang selalu dilontarkannya dan tak pernah terjawab.

“ CLARITA. Nama udah bagus-bagus, tiba giliran nasib selalu saja buruk”

Tiba-tiba dia teringat si Warsinem, teman SD-nya dulu.

“ Namanya jelek, kuno, tapi nasibnya selalu mujur. Cantik, ramah, pintar, disukai banyak orang, dari keluarga

berada lagi, perfectlah. Sedangkan aku, udah jelek, gendut, bodoh, dari keluarga pas-pasan pula lagi.”

Kadang-kadang Clarita sering berpikir, dulu Ibunya ngidam apa waktu mengandung dia.

“ Arrgggg…!!!”


Esok harinya,

Karena hari ini kuis dari Pak Krisman, Clarita memaksakan diri bangun lebih cepat dari hari-hari sebelumnya, agar tidak telat. Ini kuis dari Pak Krisman kalau samapai dia tidak ikut, bias-bisa nilai di rapotnya pakai tinta merah. Dia ga mau menambah kesialan dalam hidupnya lagi.

“ Cukup deh…”, pikirnya.

Pukul 07.30, dia tiba tepat waktu. Dengan lega dia duduk di bangkunya. Kemudian Pak Krisman masuk dan tanpa basa-basi, dia langsung membagikan soal. Semua siswa mendapat soal, kecuali Clarita. Sebelum Clarita bertanya kenapa, Pak Krisman sudah terlebih dahulu menjawab pertanyaannya tersebut.

“ Clarita, kamu tidak bias ikut kuis saya kali ini. Kamu sudah tiga kali tidak masuk kelas saya, dan saya yakin

kamu tidak akan bisa mengerjakan satu soalpun dengan benar.”, kata Pak Krisman tegas.

Seluruh teman-temannya spontan tertawa. Entah apa yang lucu Clarita tidak tahu. Clarita tidak diberi kesempatan untuk membela diri. Dia terpaksa pasrah lagi. Sebelum meninggalkan kelas, dia mendengar ejekan temannya.

“ Modal nekad…kelaut aja deh…”. Seketika seisi kelaspun menjadi riuh, tertawa sepuas hati mereka.

“ Diam. Kerjakan soalnya.”, kata Pak Krisman sambil menahan amarahnya.


Dengan perasaan sedih Clarita pun berjalan keluar kelas. Tapi ditengah jalan, seorang temanya jahil dan menghadang kaki Clarita, Clarita pun terjatuh. Tanpa dikomando semua teman-temanya tertawa terkekeh-kekeh.

“ Diam. Clarita, cepat kamu keluar dari kelas saya, jangan buat keributan.”, kata Pak Krisman yang kali ini

betul-betul marah. Clarita pun keluar sambil menahan air matanya.

Clarita sudah tak tahan lagi. Dia merasa Tuhan tidak adil padanya. Dia berlari sekencang-kencangnya, tak peduli bahwa sekarang masih jam sekolah. Dia berharap semua ini hanya mimpi belaka. Tapi kemudian dia sadar bahwa dia tidak sedang hidup di negeri dongeng, ini nyata. Setelah lama dia berlari, dia kelelahan dan memilih duduk di kursi sebuah taman untuk menenangkan dirinya. Dia menumpahkan semua air matanya, menumpahkan semua kesedihan yang dia rasakan dan menyesali takdir hidupnya.

Lama berdiam diri dalam kesedihannya, seorang pengamen seumuran dengannya datang padanya dan menyayikan sebuah lagu, berharap akan mendapat uang recehan. Namun Clarita yang kesal, sedih bercampur amarah tidak menanggapinya. Pengamen tersebut bukannya pergi tapi malah duduk disebelah Clarita dan memandangi wajah Clarita. Clarita yang dipandangi begitu pun merasa kesal.

“ Kenapa kau memandangiku seperti itu, apa kau juga ingin menghinaku, ikut berbahagia atas penderitaanku” ,

kata Clarita marah. Tapi si pengamen tetap diam dan hanya memandagi wajah Clarita.

“ Hey…kenapa kau masih tetap memandangi aku ?”, Clarita semakin kesal. Tapi si pengamen tersebut tetap

diam saja dan kemudian tersenyum. Entah kenapa Clarita merasakan kehangatan dalam senyumnya.


Tiba-tiba si pengamen berbicara,

“ Aku tidak tahu masalah apa yang sedang menimpamu sekarang. Tapi apa kau sadar bahwa hidupmu haruslah

kau syukuri. Bersyukurlah karena masih bias seperti dirimu yang sekarang.”

“ Lihatlah diriku”, kata si pengamen dengans serius.

Clarita memandanginya. Dihadapanya duduk seorang dengan baju compang-camping, dekil, hitam dan kurus. Di wajahnya ada bekas luka sayatan yang amat besar. Kaki dan tangannya cacat dan ada beberapa luka yang dikerubungi lalat. Setelah memandangi seluruh tubuhnya, aku memandang wajahnya kembali.


Dia tersenyum dan berkata,

“ Kau sudah lihat diriku. Sekarang lihatlah dirimu.”

Aku memandang diriku sendiri. Baju yang kukenakan masih bagus dan bersih, walaupun bukan merek terkenal. Kulit dan wajahku bersih tanpa bekas luka. Kaki dan tanganku masih normal tidak seperti dia.

Kemudian dia bertanya padaku.

“ Apa kau punya rumah ?“, aku mengangguk.

“ Apa kau punya orang tua ?”, aku kembali mengangguk.

“ Apa kau bisa mengecap dunia pendidikan ?”, sekali lagi aku mangangguk.

Dia terseyum.

“ Janganlah kau melihat ke atas, berapa besar penderitaanmu. Tapi lihatlah ke bawah, betapa beruntungnya dirimu. Kau akan semakin sadar dan tahu bersyukur atas kehidupanmu yang sekarang”

Aku terpancing untuk bertanya padanya.

“ Tapi mengapa, nasibku seperti ini, aku jelek, gendut, bodoh dan dari keluarga pas-pas. Aku sering diejek oleh teman-temanku karena wajahku dan otakku yang bodoh ini. Tuhan betul-betul tidak adil.”

“ Kau jelek, bodoh, dari keluarga pas-pasan, dan selalu diejek oleh teman-temanmu. Bagaimana denganku, apa

aku lebih baik darimu? Aku bahkan lebih jelek, lebih bodoh dan lebih miskin darimu.” kata pengamen tersebut.

“ Kecantikan dan harta itu tidak abadi, kebaikan, ketulusan dan kemurnian hatilah yang abadi. Jika kau miliki itu

semua maka kecantikan yang luar biasa indah akan terpancar dari dalam dirimu. Kau bahkan akan memiliki

kekayaan yang berlipat-lipat ganda.”

Hatiku terasa damai mendengar perkataannya, aku tertegun dan hanya bisa diam.Aku merenung memikirkan setiap kata yang diucapkan oleh pengamen tersebut.

“ Apa kau mengerti sekarang ?”

Setelah mengucapkan semua itu, pengamen tersebut pergi, berlalu meniggalkan diriku yang terpaku dalam diam. Saat itu mataku terbuka. Aku tidak hanya telah menemukan jawaban atas pertanyaanku tapi juga menemukan solusi atas masalahku. Aku harusnya bersyukur atas hidup yang Tuhan berikan. Apapun yang terjadi selalu bersyukur, karena Tuhan tahu yang terbaik untuk kita.

Sejak peristiwa itu, Clarita tak pernah lagi mengeluh dan menyesali nasibnya. Dia bangkit dan tidak mau putus asa. Dia selalu mensyukuri karunia maupun cobaan yang dia dapatkan.


Enam tahun kemuadian,

Usaha dan kerja keras memang selalu berbuah baik. Clarita yang dulu telah hidup menjadi orang sukses. Walaupun demikian dia tidak pernah lupa pada pengamen yang menyelamatkan dirinya dari keterpurukan.

Suatu ketika, saat ia sedang berada dalam mobil, menunggu lampu merah, tiba-tiba dia melihat wajah yang tak akan pernah dilupakannya. Wajah pengamen yang dulu menyelamatkan hidupnya. dia merasa lega, setelah tiga tahun mencarinya, akhirnya ia menemukannya juga. Dia menepikan mobilnya dan berlari kearah pengamen tersebut. Dengan penuh haru dipeluknya pengamen tersebut, sambil berkata setulus hati,

“ Terima kasih….!!!”

Pengamen tersebut balas memeluknya, sambil tersenyum haru.


Note : Hehehe....cerpennya gmn ? Aku sadar juga, cerpenku ini belum bagus, masih pemula, maklum z lah ya teman..!!!


Hehehe...bwt tambahan z. Nie lukisanku waktu di SMA, yahhh ga bgs2 bngt lah. Trus gmbrnya sdkt buram lagi, maklumlah mw msukin nya gmn, g tw akhrnya difoto z. Hehehehe..!!



Created by : Katriin Elysabet Sihombing

49 komentar:

  1. god job!!!
    ceritanya bangus, tapi bagian2 atasnya agak gak nyambung dengan 1 klmt dgn klmt brktnya kurang penegasan mgkn, krng bermain dgn tanda baca x ya.. kayak marah hrsnya pake tnd seru gt.. oh ya msh byk yg salah2 ketik tu.
    klo ceritanya bagus sih..

    BalasHapus
  2. cerita yang menggugah hati dan memberi pesan bagus :)

    BalasHapus
  3. cie ilehh....

    bagus iia cerpen nya...

    bs d publikasikan thuw...

    biar masi bnyak kkurangan nya...

    tp ak salut dh m karya muh...

    lanjutkan iia........

    BalasHapus
  4. kita harus mensyukuri apa telah ada, namun banyak yang tidak mensyukurinya, cerpen ini bisa mengubah pandangan orang tentang kekurangan yang dimilikinya dan mengubahnya menjadi hal yang berguna..^^

    BalasHapus
  5. bagus cerpen nya..postkan ke suara usu aja biar dapat komisi...

    by:vinayuliana

    BalasHapus
  6. nice story..
    bersyukurLah seLaLuu...
    ^.^

    aku suka ama gambar na, cat.
    kagum euy.!!
    :)

    BalasHapus
  7. @chika
    mklumlah ka, msh pemula...hehhehe...

    tp thanks yahh...!!

    @santa
    thank you sannn...

    @susy
    yup bener bngt uth ...

    @rahmi...
    hahaha...

    tahnks ya mii, jd malu aku..!!

    hihih...

    BalasHapus
  8. ceritanya bagus ket, buat kita bersyukur atas apa yang kita punya...
    dan gambarnya itu keren...

    BalasHapus
  9. it`s nice story.............

    n i think.....it can make to be FTV.........

    always make your create........

    keep spirit...........

    BalasHapus
  10. @getha
    thanks yahhh...

    @k'tiwi
    ok deh kakkk...

    hahaha...kk produsernya...!!!

    BalasHapus
  11. Baguss Cat..
    Inilah cerpen yg mantap tu iaa..

    Gambar karya sendiri dinks..
    Sihii...

    Goodlaah Cat
    Smanagt temaaannn !!
    :)

    BalasHapus
  12. yaya...................

    aq tunggu.......

    BalasHapus
  13. oke..
    baguslah..
    bisalah di ajak ketengah...
    heheehe....

    kembangkan terus kreatifitasmu kawan !!

    BalasHapus
  14. @rani
    hahahha....

    mksh ya krempeng...!!!

    @k'tiwi
    ok, tnggulah...!!!
    hehehhe...

    @andes
    hahaha...

    ok lah desss...!!!

    BalasHapus
  15. gambarmu kukasih jempol 4 ket!!!!

    hahah

    BalasHapus
  16. hahahha...!!!

    mksh ya cinn....!!!

    hhehehe...

    BalasHapus
  17. crt_a bgs bgt...

    crt yg laen agy dunkz...

    BalasHapus
  18. ck..ck..
    kok jd tringat aq ma pk Killer,
    skit x pipiQ ngingatnya..

    hahaha..

    bgs2, g sia2 slama nie aq ngajarin Qm kat..
    hoho

    BalasHapus
  19. keren.......
    cerpennya bgus,, gambarnya lbh bgus lg.....

    BalasHapus
  20. udah cocok jadi cerpenis :) great job katt

    BalasHapus
  21. bgosss ya kattt...
    rajin2 aja biar jadi ftv entarrr

    BalasHapus
  22. cerpen oke.. gambarnya juga oke..
    mantaplah..

    BalasHapus
  23. okelah kalau begitu...
    tingkatkan ya buk,,pasti bisa menjadi penulis cerpen yang handal...

    BalasHapus
  24. @nana
    tnggu z yah na...!!!
    hahah...

    @tina
    iya tin, PAK KRISMAN itulah inspirasi Q...
    mdh2n ga da yg ngasih tw dia..
    bisa2 dilemaprnya aku nati...hahahahah...

    @dilla
    thanks dilla...
    hehhe...

    @risma
    ok ris, doain z yahhh..
    hahaha...

    @reffo
    hahah..
    iya fo, ntar kw sutradaranya...
    ok..??

    @rani
    thanks ya ran...!!!

    BalasHapus
  25. @lia edaQ...
    ok lahhh daaa...!!!

    hahahah...!!!

    BalasHapus
  26. wah.. multitalented banget sih!!!!

    bikin cerpen bisa, ngegambar bisa, pinter lagi...

    HEBAT!!!

    dua jempol deh buat kamu!!

    BalasHapus
  27. @mo-mon...

    ahk kw monn...

    bisa aza...!!!

    hahahha....thanks ya...

    BalasHapus
  28. .keren gambarnya...

    .ajarii lah.. :)

    BalasHapus
  29. bagus y cerpen nya??

    dari judulnya aja ud bwt zara penasaran pngen ngebaca langsung cerpennya mpe abisss...

    pokoke kerennn....

    BalasHapus
  30. bagus iah cerpen na,
    gambar na uga...
    Like this lh..

    BalasHapus
  31. two thumbs up :)
    cerpen okee. gambar apalagi .

    BalasHapus
  32. ceritanya bagus, gambarnya jg. nanti gambarin aku yaa..:)

    BalasHapus
  33. catryyynn .
    amuu dong d gambaaar .
    eeh d lukis deng .
    heheehhe :)

    GOD JOB Loo :)

    BalasHapus
  34. eh..tu gmbr yg kw ciplak dr ku kmren kan??/
    hahhahahahahaha

    BalasHapus
  35. aku suka dgn gbrmu..cerita mu jg..meskipun sederhana tp ini sgt menyinggung aku ketika membacanya..soalnya saya sering iri dgn org yg lbh baik drpd saya..pdhl di luar sana msh byk org" yg msh kekurangan dan shrsny saya bersyukur..

    BalasHapus
  36. Wulan suka dengan gambarnya,
    dilanjutin ya katrin...

    Kalau tentang cerpennya... Wulan enggak tau...
    asik lah...
    di lanjutin juga y...

    BalasHapus
  37. gbr'a bagus eaa . cerpen'a jugag bagus .
    kreatif eaa kmu cat . hehe .

    bsa Laa nanti aq mnta gbrkan ssuatu kLo aq prLu . haha .

    BalasHapus
  38. katrin.. cerita n gambar nya bagus lh

    BalasHapus
  39. ooop...

    bgus ya gambarny...
    hhhahaha

    BalasHapus
  40. aq tdk paham dgn yg namanya cerpen
    tapi aq tw yg menggambarnya

    paling tidak sama-sama merasakan susahnya tugas dari pak virgo

    aq suka dgn gambarnya karena lebih bagus daripada kerjaan tanganku

    BalasHapus
  41. SAY :

    keren katrinn...!!!!!!!!

    Qisty A.S

    BalasHapus
  42. bagus ketrinnnlanjutkan kreasimu..
    aku suka banget

    BalasHapus
  43. @bekka..
    hati2 kw bekk...

    bkn ciplakan tuhhh...!!

    @raharja
    hahhaha...ok...thanks yahhh...

    @Qisty
    thanks yahhh...

    @cace
    thank you ceee..

    @mimii...
    ok mii, tenang ...

    hahahah...

    @wulan
    thanks yahh...

    @kiki
    thanks ya...

    @windika
    thanks winn...

    @mayo
    thanks yahhh

    @kurnia
    thanks ya..

    @janven
    ok lah jan...
    hahaha...

    thanks lah bwt smua yg udh mw koment yahh..

    BalasHapus
  44. Dibanding cerpennya aq lebih suka ma gambarnya...
    Maaf ya...

    BalasHapus
  45. I like ur picture...
    Eh,lukis aku donkss..heeee
    tw gk bersyukur, membuat hidup jadi lebih hidup lho..gk percaya??coba aja ndiri,,
    God bless

    BalasHapus
  46. bagus !
    tingkatkan .
    itu aku juga pny gmbar perspektif kayak gitu . hhe

    BalasHapus
  47. Crita yg pnjg..
    fiuh...
    ahahah.....

    i like your drawing...
    b^^d

    jdi pgn nge-gmbr..
    haha....

    BalasHapus
  48. catcat......


    critamu bagus.....

    tpi mq lbih suka m,a gambarmuuu.....

    BalasHapus